Pusat Pembibitan Mangrove Seluas 1 Hektar Segera Dibangun di Mempawah

24 November 2020, 15:05 WIB

Jakarta – Guna mendukung upaya pemulihan ekosistem dan ekonomi
masyarakat pesisir, melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen
PRL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan segera membangun pusat
pembibitan (nursery) mangrove di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat
(24/11/2020).

Plt. Dirjen PRL, Tb. Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe mengatakan dalam
rangka membangkitkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Mempawah.

KKP tengah menggulirkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) padat karya
rehabilitasi kawasan mangrove dalam bentuk penanaman, pembibitan, dan
pelatihan pengolahan produk turunan mangrove.

KKP telah melakukan kegiatan penanaman mangrove di Kabupaten Mempawah pada
September lalu sebanyak 87.500 bibit yang ditanam di area seluas 35 hektare.

“Dalam program PEN ini KKP akan membangun tempat pembibitan mangrove di area
seluas 1 hektare dengan bibit mangrove Rhizopora sebanyak 500.000 bibit,” ujar
Tebe.

Tebe menjelaskan, pembangunan tempat pembibitan mangrove akan menjadi sumber
stok bibit mangrove siap tanam sehingga kegiatan penanaman mangrove untuk
pemulihan ekosistem dapat terus dilakukan tanpa kendala ketersediaan bibit.

Selain itu, masyarakat pun dapat mengambil keuntungan dengan menjual bibit
siap tanam tersebut kepada pihak Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) atau pihak
lain yang membutuhkan.

“Stimulus ekonomi melalui program PEN rehabilitasi kawasan mangrove ini
berdampak positif pada pelestarian ekosistem pesisir dan kesejahteraan
masyarakat,” sambungnya.

Tak hanya membangun tempat pembibitan mangrove, KKP mendorong masyarakat
pesisir Mempawah untuk memanfaatkan berbagai derivate atau turunan mangrove
seperti buah, kulit, daun mangrove sebagai produk olahan sehingga dapat
dijadikan mata pencaharian alternatif.

Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P4K) menggelar
pelatihan pengolahan produk turunan tanaman mangrove pada Kamis lalu
(12/11/2020).

Pada pelatihan tersebut, KKP turut menyerahkan bantuan berupa sarana dan
prasarana pendukung pengolahan mangrove kepada Ketua Kelompok penerima
bantuan.

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P4K) Muhammad Yusuf,
secara terpisah menyebutkan ada dua kelompok penerima bantuan untuk program
pelatihan produk pengolahan turunan mangrove di Kabupaten Mempawah.

“Bantuan diberikan kepada Kelompok Agro Mangrove Lestari dan Kelompok Karya
Semula yang memanfaatkan turunan mangrove sebagai produk olahan yang dibuat
menjadi sirup, dodol dan batik mangrove,” tutupnya. (riz)

Artikel Lainnya

Terkini