Rocky Gerung di Bali: Gen Z Jangan Cuma Jadi Penonton Algoritma Digital!

Rocky Gerung generasi muda saat ini tidak boleh sekadar menjadi objek pasif atau penonton dari kecanggihan algoritma digital semata.

22 Juli 2026, 21:45 WIB

Denpasar – Pengamat politik kenamaan Rocky Gerung melontarkan kritik sekaligus motivasi tajam di hadapan ratusan mahasiswa dalam acara bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar.

Ia menegaskan generasi muda saat ini tidak boleh sekadar menjadi objek pasif atau penonton dari kecanggihan algoritma digital semata.

Dalam diskusi yang turut menghadirkan akademisi Dr. Airlangga Pribadi Kusman itu, Rocky menyoroti pentingnya menghidupkan kembali tradisi intelektual dan nalar kritis.

Menurutnya, Marhaenisme yang digagas Bung Karno harus ditarik ke dalam konteks zaman modern sebagai dalil atau pisau analisis baru bagi Gen Z dalam membaca ketimpangan sosial di era kecerdasan buatan.

”Kalian mungkin tidak bisa membeli buku ini karena harganya cukup mahal. Tetapi hadiah termahal di dunia akademik adalah buku, karena di situlah tanggung jawab moral untuk melahirkan pemikir-pemikir bangsa dimulai,” ungkap Rocky, memberikan apresiasi atas langkah Gubernur Bali Wayan Koster yang memborong ratusan buku untuk dibagikan kepada mahasiswa.

Rocky menilai, tantangan terbesar anak muda di era digital bukan lagi soal keterbatasan akses informasi, melainkan bagaimana menyaring arus data yang masif menjadi sebuah kesadaran kritis.

Tanpa keberanian untuk berpikir mandiri, Gen Z berisiko tergerus arus modernitas dan hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

Acara dipadati oleh ratusan mahasiswa ini sekaligus menjadi ruang dialektika yang segar.

Melalui kolaborasi gagasan antara sejarah, pemikiran Bung Karno, dan realitas digital Gen Z, Rocky berharap anak muda Bali mampu merawat akal sehat serta berani mengambil peran aktif sebagai subjek perubahan masa depan bangsa. ***

 

Berita Lainnya

Terkini