Kabarnusa.com – Meski terpilih sebagai Rois Aam Muktamar Nahdhatul Ulama (NU) periode 2015-2020 akhirnya KH Mustofa Bisri (Gus Mus) memutuskan untuk mundur dari jabatan setrategis tersebut.
Berdasarkan kesepakatan 9 Kiai sepuh dalam sistem Ahlu Halli Wal Aqdi (AHWA) di Muktamar ke-33 telah memilih kyai kharismatis asal Rembang, Jawa Tengah itu.
Hanya saja, Gus Mus menyatakan tidak bersedia sehingga akhirnya jabatan tersebut digantikan KH Makruf Amin.
Lewat surat yang diterima langsung oleh Pimpinan Sidang Pleno Penetapan Rois Aam dan Pemilihan Ketua Umum PBNU, Achmad Muzakky, Gus Mus menyampaikan pengundurannya.
“Kami menerima surat ketidaksediaan KH Mustofa Bisri untuk sebagai Rois Aam. Maka dengan demikian KH Makruf Amin kami tetap sebagai Rois Aam terpilih priode 2015-2020,” kata Muzakky saat membacakan Surat dari Gus Mus, Kamis (6/8/2015).
Begitu sidang pemilihan ketua umum dibuka, Gus Mus tidak berada di lokasi Muktamar NU di alun-alun Jombang.
Meskipun, kehadiran Rois Aam sangat dinantikan dan penting untuk memberi restu kepada Bakal calon ketua umum PBNU untuk menjadi calon.
Berdasar informasi dikumpulkan, proses pemilihan Rois Aam ini cukup alot. Gus Mus sejak awal memang tidak bersedia menjabat sebagai Rois Aam PBNU.
Akhirnya, AHWA yang terdiri dari KH Makruf Amin, KH Nawawi Abdul Jalil, Tuan guru Turmudzi, KH Kholilul Rahman, KH Dimyati Rois, KH Syeh Ali Akbar Marbun, KH Maktum Hannah, KH Maemun Zubaer dan KH Mas Subadar tetap memilih Gus Mus untuk menjabat sebagai Rois Aam dengan wakilnya KH Makruf Amin.
Sedangkan, pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode 2015-2020 berdasar hasil pemungutan suara nama KH Said Aqil Siraj terpilih sebagai pemenang pemilihan Ketua Umum PBNU.
KH Said Aqil Siraj 287 suara, KH As’ad Said Ali 107 suara, Gus Sholah 10, Hilmi Muhammadiyah 3, Abstein 2, Gus Mus 1, Adnan 1,
Dari hasil tersebut, yang berhak untuk maju ke putaran kedua adalah Said Aqil dan As’ad Said. Namun, setelah pimpinan sidang menyatakannya, Kiai As’ad Said justru mengundurkan diri.(ali)

