Singasana– Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan kembali menjadi sorotan. Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan mengajak masyarakat untuk lebih waspada dengan mengikuti Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) Mingguan.
Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, Ida Bagus Surya Wira Andi, menyebutkan tren kasus DBD dalam tujuh tahun terakhir mengalami fluktuasi.
“Pada tahun 2024 kasus sempat mencapai 1.569, kemudian menurun menjadi 664 kasus di 2025. Hingga 2026, tercatat 44 kasus yang tersebar di seluruh kecamatan,” ujarnya.
Menurutnya, Kecamatan Kerambitan menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 9 kasus, disusul Selemadeg 7 kasus, serta Tabanan dan Kediri masing-masing 6 kasus. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi penularan masih ada dan perlu diantisipasi.
“DBD ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di penampungan air bersih. Pencegahan paling efektif adalah dengan gerakan 3M Plus: menguras, menutup, mendaur ulang, serta menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Melalui Gertak PSN Mingguan, masyarakat diimbau rutin memeriksa jentik nyamuk dan berperan sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
Ida Bagus Surya Wira Andi menekankan keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, serta muncul bintik merah pada kulit. ***

