Ancaman Dewan Tutup Pelabuhan Gilimanuk Tak Terbukti

20 Oktober 2015, 05:22 WIB

SIDAK

Kabarnusa.com – Gertak
Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa Selasa (22/9) lalu yang mengancam
akan mengerahkan ribuan masa untuk menutup pelabuhan Gilimanuk jika
dalam sebulan abrasi di Pura Segara tidak ditangani tidak terbukti.

Bahkan mendekati batas waktu yang diberikan, abrasi belum juga ditangani sikap Ketua DPRD Jembrana justru melunak.

Bersama
jajaran pimpinan dan Komisi C DPRD, Senin (19/10/2015) Sugiasa dan
rombongan  dewan hanya mengadakan pertemuan dengan jajaran eksekutif
yang diwakili Asisten 1 Sekda Jembrana Made Sudiada.

Turut hadir Dinas PU Pemkab Jembrana, Camat Melaya, Lurah Gilimanuk, Manajer Oprasional ASDP Gilimanuk Sugeng Purwono.

Dalam
pertemuan di Aula Kantor Lurah Gilimanuk tersebut disepakati perbaikan
senderan Pura Segara diharapkan tahun 2016 bisa dikerjakan.

Perbaikannya, membuat proposal terlebih dahulu sehingga CSR dari pihak ASDP dan pengusaha kapal bisa dicairkan.

Jika
sebulan lalu Sugiasa ngotot mengatakan pihak bendesa tidak perlu
membuat proposal karena urusan bendesa hanya untuk  membuat proposal
untuk perbaikan pura,

Namun dia mengatakan administrasi agar pencairan dana CSR perlu ada administrasi dulu.

“Kita ikuti ketentuan. Proposal bisa dibuat bendesa bisa juga kelurahan/camat/pemkab,” jelasnya.

Pada
21 Oktober pihaknya akan berangkat ke PT Ferry selain membicarakan
terkait penanganan abrasi di Pura  Segara, juga ke Kementrian PU untuk
membicarakan berbagai hal untuk penataan di Pelabuhan Gilimanuk seperti
membuat gang way.

Dewan berharap tahun 2016 abrasi sudah bisa diatasi.

Manajer
Oprasional ASDP Gilimanuk Sugeng Purwono mengatakan sudah siap untuk
memperbaiki senderan Pura Segara asalkan ada proposal.(dar)

Artikel Lainnya

Terkini