Ditemui Jokowi, Petani Keluhkan Macetnya Sertifikat Program Prona

23 Februari 2018, 15:45 WIB
jokowi%2Bdan%2Bpetani%2Bkukuh
Presiden Jokowi saat menemui dan ngobrol santai dengan petani di areal persawahan Subak Jaka Dayang, Desa Kukuh, Tabanan, Bali

TABANAN – Sejumlah petani di Subak Jaka Dayang, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, tampak gembira saat ditemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika meninjau kegiatan padat karya tunai, Jum’at (23/2/2018).

Kegembiraan para petani tersebut bisa dimaklumi, karena baru kali ini bisa bertemu dengan Presiden Jokowi secara langsung. Selain itu, mereka juga senang karena Presiden mau ngobrol langsung dan mendengar keluh kesah petani sambil duduk santai di dipan bambu yang ada di areal persawahan tersebut.

Dalam obrolan santai yang berlangsung sekitar 20 menit tersebut, salah seorang petani tanpa merasa sungkan ada yang mengeluhkan macetnya sertifikat tanah yang diurus melalui program Prona di BPN Tabanan.

Mendengar keluhan petani tersebut, Presiden Jokowi langsung perintahkan pegawainya mencatat permasalahan yang dihadapi para petani.

Selain mendengarkan keluhan petani, pada kesempatan santai tersebut Presiden Jokowi juga bertanya kepada petani manfaat kegiatan padat karya tunai dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) yang dilaksanakan di lokasi tersebut.

Menjawab pertanyaan tersebut, Pekaseh Subak Jaka, Ir I Wayan Yusa mengungkapkan, kegiatan padat karya memiliki sejumlah keuntungan. Selain mendapat perbaikan saluran irigasi juga ada pekerjaan rabat beton jalan pertanian.

Secara ekonomi akan berimbas pada peningkatan penghasilan. Terutama menekan biaya angkut padi menuju jalan. Menurut Wayan Yusa, kegiatan padat karya berupa pengerjaan jalan pertanian dan saluran irigasi sepanjang 600 meter. Dana yang dikucurkan dari Kementerian PUPR sebesar Rp 600 juta.

Sementara para pekerja mendapat upah Rp 85 ribu per hari dan Rp 125 ribu per hari untuk tukang. Estimasi pengerjaan kegiatan ini selama 50 hari.

“Kegiatan padat karya sangat menguntungkan petani. Selain mendapatkan pembetonan jalan persawahan dan senderan saluran irigasi, material lokal juga laku,” katanya berterus-terang. (gus)

Artikel Lainnya

Terkini