![]() |
| Fadli Zon (istimewa) |
Kabarnusa.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengkritik para intelektual yang dekat dengan kekuasaan karena dinilai telah melacurkan keilmuannya demi kepentingan penguasa.
Menurutnya, keberadaan kaum intelektual yang kritis di Indonesia semakin berkurang. Padahal, negara sangat membutuhkan daya kekritisan mereka untuk berkontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara.
“Mereka tetap berkontribusi bagi masyarakat dan negara melalui ilmu dan kebajikan yang dimiliki.
“Mereka tetap kritis meski tidak dekat dengan penguasa,” ujar Fadli kepada wartawan di Jakarta akhir pekan ini,
Hanya saja, dia melihat ada kecenderungan kaum intelektual malah menjadi sekadar pemberi stempel karena terlalu dekat dengan penguasa.
Mereka ini, sebelumnya sangat kritis, menjadi pengkritik dan penjaga moral.
Seharusnya, lanjut Fadli. kaum intelektual mengabdikan diri ke negara lewat menyerukan kebenaran.
Karenanya, jangan sampai intelektual melacurkan dirinya kepada kekuasaan. Atau hanya menjadi kelompok penyusun strategi demi langgengnya penguasa.
“Mereka lupa dengan tanggung jawabnya terhadap bangsa,” tutup alumnus Universitas Indonesia itu. (ali)

