Kolaborasi AMSI Bali-Polres Badung Gencarkan Literasi Digital Lewat Edukasi Cerdas Berkomunikasi dan Bijak Bermedia Sosial

Ketua AMSI Bali, I Ketut Adi Sutrisna, menyatakan literasi digital menjadi bagian upaya bersama dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya etika komunikasi di ruang digital.

11 September 2026, 09:34 WIB

Badung -Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI Bali) bekerja sama dengan Polres Badung menggelar kegiatan edukasi literasi digital bertajuk “Cerdas Berkomunikasi, Bijak Bermedia Sosial” di Aula Polres Badung, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan ini dirancang secara strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan media sosial secara bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Ketua AMSI Bali, I Ketut Adi Sutrisna, menyatakan forum ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya etika komunikasi di ruang digital.

Media sosial yang kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dinilai membawa banyak manfaat, namun di sisi lain turut menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi yang belum tentu benar, maraknya ujaran kebencian, hingga potensi pelanggaran hukum yang berawal dari aktivitas daring.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat memperoleh pemahaman mendalam mengenai cara berkomunikasi yang baik di platform digital, mengenali informasi yang valid, serta memahami konsekuensi hukum dari penggunaan media sosial yang tidak bijak,” ujar Ketut Adi dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Untuk membedah isu tersebut secara komprehensif, diskusi ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten dari unsur organisasi media, kepolisian, dan akademisi.

Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, SH, SIK, MH, hadir untuk memberikan wawasan mendalam terkait aspek penegakan hukum dan batasan legal dalam aktivitas bermedia sosial.

Sementara itu, perspektif akademis dan sosial disampaikan oleh Dr. Ni Made Ras Amanda G., S.Sos, M.Si, yang juga tercatat sebagai anggota Majelis Etik AMSI Bali. Ia memaparkan fenomena komunikasi digital dari sudut pandang pendidikan, etika, dan dampaknya terhadap tatanan sosial masyarakat.

Adapun Lenny Pande selaku Media & Public Relations sekaligus anggota Majelis Etik AMSI Bali melengkapi sesi dengan memberikan pandangan strategis mengenai peran media serta urgensi literasi informasi di era digital modern.

Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus merefleksikan bentuk nyata momentum kolaborasi lintas sektor antara institusi kepolisian, organisasi media, dan kalangan akademisi dalam memperkuat ketahanan literasi digital masyarakat.

Sinergi ini dinilai sangat krusial guna menciptakan ekosistem ruang digital yang aman, produktif, dan bertanggung jawab bagi seluruh kalangan.

Selaras dengan komitmen jangka panjangnya, AMSI Bali selama ini terus aktif mendorong peningkatan kualitas informasi serta literasi media di tengah masyarakat.

Melalui program edukasi yang berkelanjutan, organisasi ini berupaya membekali publik agar menjadi konsumen informasi yang jauh lebih kritis, terutama dalam menyaring arus informasi yang bergerak cepat di berbagai platform daring.

Selain sesi pemaparan materi dari para narasumber utama, acara ini juga dikemas sebagai ruang diskusi interaktif yang mempertemukan peserta dan pemateri secara langsung.

Format ini memungkinkan berbagai persoalan nyata yang sering muncul dalam pemanfaatan media sosial sehari-hari untuk dibahas secara terbuka, sehingga peserta mampu mengimplementasikan pemahaman yang diperoleh secara komprehensif.***

Berita Lainnya

Terkini