Kabarnusa.com – Curah hujan yang tinggi serta tidak berfungsinya saluran air di Kota Denpasar Bali mengakibatkan sejumlah lokasi seperti jalan dan perumahan tergenang air hingga setinggi lutut orang dewasa.
Sejak pagi, hingga sore, Kota Denpasar dan beberapa wilayah di Bali, diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, Rabu (3/2/2016).
Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, tercatat sejumlah perumahan terendam banjir dan beberapa pohon bertumbangan. Hal sama juga terjadi di Kabupaten Gianyar, Karangasem dan Badung.
“Tadi ada pohon asem yang usianya cukup tua, dekat Kodam Udayana tumbang, tetapi sudah berhasil kita bersihkan,” terang Kepala BPBD Bali Gede Jaya Serataberana.
Demikian juga, banyak pohon bertumbangan di beberapa wilayah lainnya di Bali, akibat diguyur hujan deras.
Serataberana menambahkan, dari pantauan di Perumahan Kertawinangun Sidakarya dan Bumi Ayu Sanur, termasuk yang paling parah.
Ketinggian banjir, sampai lutut orang dewasa. Di Perumahan Bumi Ayu termasuk menjadi langganan banjir, karena lokasinya dengan ketinggian di bawah jalan raya.
Genangan air sehingga menyulitkan bagi pengendara khususnya roda dua banyak terjadi saat hujan deras seperti di Jalan Gatot Subroto, Pura Demak, Mertasari,Tukad Pakerisan hingga pertigaan Waturenggong-Sudirman atau depan SMA 2 Denpasar .
Disinggung penyebab banjir dan genangan air yang di banyak lokasi, Serataberana menyebutkan karena memang curah hujan cukup tinggi hampir seharian. Akibatnya volume air di saluran atau got di sepanjang kota bertambah kemudian meluber di jalan.
“Saluran air tidak berfungsi maksimal, belum lama kan ada perbaikan di got,” sambungnya.
Selain itu, kedisplinan warga dalam membuang sampah, juga turut memicu terjadinya sumbatan saluran air atau got di perkotaan.
Padahal, pihaknya jauh hari sudah mengimbau masyarakat memasuki musim hujan, agar membersihkan lingkungan mereka termasuk saluran-saluran air, selokan atau got agar tidak mampat.
Sampai saat ini, kata dia, belum ada laporan warga adanya kerusakan atau korban akibat banjir dan pohon yang bertumbangan itu. Meski begitu, petugas masih terus melakukan pendataan di lapangan. (kto)

