![]() |
| Duo Bali Nine yang telah dieksekusi Andrew Chan dan Myuran Sukumaran (istimewa) |
Kabarnusa.com– Raji Sukumaran ibunda Myuran Sukumaran yang telah dieksekusi mati melayangkan surat terbuka untuk Presiden Joko menjelang pemakaman anggota Bali Nine itu
Dalam suratnya yang beredar di kalangan media, Raji mengungkapkan kepedihan hati atas kematian putranya yang telah ditembak mati di Lapas Nusakambangam, Cilacap, Jawa Tengajh belum lama ini.
“Saya telah dihukum selama 10 tahun ini tapi masih akan menjalani sisa hukuman sepanjang hidup saya,” tulisnya dalam surat yang sengaja ditembuskan kepada wartawan, Kamis, 7 Mei 2015.
“Saya tidak yakin bisa memaafkan anda,” tegasnya lagi.
Dia berharap Jokowi bisa mengerti dan berempati atas kesedihan dirinya. “Bila tidak mohon dapat diberikan kepada istri anda yang pasti akan lebih mengerti sebagai seorang ibu,” ujarnya.
Ia menyesalkan sikap Jokowi selama ini yang terkesan mengabaikan ikatan batin antara Myuran dengan orang-orang yang menyanyanginya.
Menurutnya, Myuran sudah minta maaf kepada bangsa Indonesia yang ditunjukkan dengan perbuatan selama dalam penjara.
Myuran telah merehabilitasi dirinya dan menjadi model bagi tahanan yang lain dalam memperbaiki diri. “Dia bilang, hal itu mungkin tak akan bisa menyelamatkan dirinya untuk selamanya hidup dalam penjara tetapi dia hanya tidak ingin dihukum mati,” tulis Raji.
Yang menarik, diungkap Raji sewaktu Jokowi terpilih Myuran seperti para terpidana lainnya menyambut dengan gembira.
Kepada Raji, Myuran mengungkapkan bahwa presiden terpilih adalah orang yang memiliki komitmen pada pendidikan, rehabilitasi orang-orang yang bersalah . Namun setelah Myuran dieksekusi, Raji menganggap pernyataan Myuran itu salah.
“Lagipula apakah anda tidak melihat banyaknya celaha kesalahan dalam system hukum Indonesia? Juga akan adanya korupsi ?,” tanyanya retoris.
Bagi Raji, hukuman mati itu justru menjadi pesan bahwa tidak adanya gunanya memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan dan hidup dalam penjara.
Namun demikian di akhir suratnya, Raji berdoa demi para ibu dan keluarga dari orang-orang yang menanti hukuman mati, agar Jokowi berani memandang persoalan bukan sekedar persoalan politik.(rhm)

