Investor Kanada Siap Wujudkan Bandara Internasional Buleleng

10 Juli 2015, 06:23 WIB

Kabarnusa.com – Gubernur Bali Made Mangku
Pastika memberikan rekomendasi kepada Airports Kinesis Consulting (AKC)
Kanada melakukan ‘Feasibility Study’ (FS) untuk pembangunan Bandara
International Buleleng (BIB).

Dalam surat yang
ditandatangani Gubernur Mangku Pastika, diterima perwakilan Airports
Kenesis di Bali, I Made Mangku, dan tim, di ruang Sespri Gubernur Bali
Kamis, 9 Juli 2015

Sebelumnya Kepada tim AKC Kanada
saat melakukan audiensi, Gubernur Pastika berjanji segera memproses dan
menandatangani surat permohonan untuk melakukan kajian terhadap 
pembangunan BIB dengan konsep pembangunan di lautan lepas (of shore).

Akhirnya,
rekomendasi gubernur, diserahkan Sekretaris Pribadi (Sespri) Gubernur
Bali I Wayan Wiastha Ika Putra. kepada perwakilan AKC di Bali I Made
Mangku yang seorang tokoh lingkunganitu.

Diketahui,
surat tertanggal 9 Juli itu ditujukan kepada Trade Commissioner Kedutaan
Besar Canada yang ditembuskan kepada tiga instansi, Menteri Perhubungan
RI, di Jakarta, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala
Bappenas RI di Jakarta, dan Bupati Buleleng di Sangaraja. 

Dalam
suratnya, diingatkan agar sebelum melakukan studi kelayakan agar
terlebih dahulu berkordinasi dengan pemerintah Provinsi Bali dan Pemkab
Buleleng.

“Studi kelayakan sudah diselesaikan selambat-lambatnya 31 Desember 2015,” tulis dalam surat itu. 

Pada
bulan Mei lalu, tim AKC telah melakukan presentasi di Buleleng yang
dihadiri, Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, Sekda Buleleng Dewa
Puspaka, tokoh agama dan masyarakat dan juga anggota DPRD Buleleng.

Dalam
presentasi tersebut, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana sempat hadir,
namun meninggalkan lokasi dengan alasan ada undangan mendadak.

Dalam paparannya Made Mangku mengungkapkan, pembangunan BIB akan dilakukan di atas laut dengan cara direklamasi.

“Pembangunan Bandara ini akan menghabiskan dana sebesar Rp30 triliun,” sebut Made Mangku.

Keseriusan
pihak investor dalam mega proyek itu ditunjukkan dengan kesiapan 80
persen dana dari total biaya pembangunan Bandara.

Adapun
luasan lahan yang direncanakan dalam jangka pendeknya mencapai 600
hektar. Lahan itu untuk landasan pacu 2 line. Dalam jangka menengah akan
diperluas menjadi 900 hektar.

Nantinya, secara keseluruhan akan
memanfaatkan lahan seluas 1.400 hektare, yang dilakukan melalui
reklamasi laut, dengan jarak dari bibir pantai mencapai 125 meter.

“Nantinya,
akan dibangun jembatan sebagai landasan akses menuju ke Bandara,”
sambung tokoh yang getol dalam penyelamatan pesisir pantai di Bali itu.

“Presentasi
ini bertujuan memberi pemaparan untuk mendapatkan dukungan dari
Pemerintah Buleleng dan masyarakat Buleleng secara umum,” kata Mangku
keke, sapaannya.

Dengan adanya dukungan semua pihak
itu, akan digunakan sebagai dasar untuk memperoleh rekomendasi dari
Pemerintah Provinsi Bali.

Pihaknya dari AKC hanya
memberi pemaparan terkait rencana pembangunan Bandara di atas laut
karena masyarakat dan tokoh di Buleleng juga sudah mendukung.

“Sekarang
tinggal proses izinnya, Kami sudah siap dari dukungan anggaran, karena
sudah di-back up penuh Kedutaan Besar Kanada,” ucap Mangku Keke. (rhm)

Berita Lainnya

Terkini