Kabarnusa.com – Secara aklamasi seluruh peserta Musyawarah Besar Luar Biasa (Musbeslub) di Denpasar, Bali memilih Aziz Syamsudin sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Kosgoro 1957 periode lima tahun mendatang.
Peserta yang memiliki hak suara dari 29 PDK seluruh Indonesia sepakat memilihnya menggantikan Agung Laksono dalam Mubeslub yang dibuka Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Sabtu (16/1/2017).
Usai mendapat dukungan penuh kader Kosgoro yang kemudian ditetapkan dalam sidang di arena MUbeslub di Hotel Aston Denpasar, Aziz menyatakan kesiapannya, menahkodai organisasi pendiri partai beringin itu.
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie saat membuka Mubeslub menegaskan, dirinya yakin datang ke forum tertinggi organisasi itu, setelah mendapat kepastian dari Aziz bahwa Mubeslub yang digelar adalah legal, mengacu AD/ART.
Menurutnya, jika aturan AD/ART tidak dijalankan dengan baik atau apa yang dijalankan tidak tertera dalam AD/ART, hal itu akan melahirkan kekacauan.
“Aziz Syamsudin datang menemui saya dan memastikan, bahwa yang dia lakukan sesuai AD/ART Kosgoro, karena itu, saya gembira datang, meskipun ada himbauan, saya tidak usah sebut siapa, agar saya tidak hadir di Bali,” katanya.
Lantaran sangat percaya kepada Aziz yang ahli hukum dan Ketua Komisi III, Ical, sapaan Aburizal Bakrie, akhirnya memutuskan datang ke Mubeslub.
Pada bagian lain, Ical menegaskan, sudah selayaknya Kosgoro selalu bersama Golkar. Diharapkan bisa bersama Golkar, memberikan kontribusi masukan untuk kepentingan bangsa dan negara.
Itu sejatinya, dilakukan ormas pendiri Golkar, untuk bersama menghadapi tantangan yang cukup berat yang dihadapi bangsa.
Aziz kembali menegaskan, mengacu AD/ART, Mubeslub di Bali, adalah legal karena dihadiri lebih dari 2/3 jumlah PDK Provinsi.
“Kalau ada yang menyatakan Mubeslub ini ilegal, tidak benar, yang abal-abal itu Munas Golkar Ancol, yang ini sah ada acuan AD/ART,” tegasnya.
Dengan nada tinggi, dalam forum terbuka itu, Aziz menegaskan, yang mengatakan Mubeslub Kosgoro 1957 di Bali ilegal, adalah pihak yang membuat gaduh di awal tahun 2016.
Mereka itulah, kata Aziz, pihak yang ingin mengacaukan Kosgoro sebagai induk semang partai beringin. (rhm)

