Kabarnusa.com – Kepadatan arus kendaraan saat mudik di Pelabuhan Gilimanuk PT ASDP semakin parah bak air bah yang datang setiap tahun sehingga untuk mengurainya mulai tahun ini tarif pada malam hari dinaikkan 100 persen atau dua kali lipat dibanding pada siang hari.
Dirut PT ASDP, Danang S Baskoro memprediksi jumlah pemudik dari Bali saat hari puncak lebaran di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang, mencapai 137.000 orang per hari.
Jumlah itu lebih besar dibandingkan jumlah pemudik dari Pelabuhan Merak-Bakahuni.
“Angka itu sudah meningkat delapan persen dari tahun lalu,” kata Danang saat sosialisasi kegiatan mudik lebaran 1436 H dan buka puasa dengan awak media di Denpasar Rabu 24 Juni 2015.
Peningkatan juga terjadi pada jumlah R2 mencapai 31.666 kendaraan dan R4 mencapai 12.000 kendaraan.
Penjelasan disampaikan Danang bersama pejabat di lingkungan ASDP dan pejabat operasional di lingkungan ASDP Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk.
Kendati penduduk Bali sangat kecil dibandingkan penduduk Pulau Jawa, namun jumlah pemudiknya terbesar di Indonesia.
Hari puncak mudik lebaran diperkirakan berlangsung pada H-3 sampai H-1.
Pada hari itu sebut Danang, sudah dipastikan akan terjadi antrean yang panjang, terutamaa pada malam hari.
“Itu karena pemudik kebanyakan memilih menyeberang pada malam hari, sehingga kedatangan mereka seperti air bah dan akhirnya terjadi antrean panjang,” kata Danang.
Karenanya, guna mengurai pemudik agar tidak semuanya memilih menyeberang pada malam hari, ASDP mengambil Kebijakan dengan memeberlakukan sistem dua tarif.
Untuk tarif malam besarnya dua kali lipat dari tarif siang yang berlaku normal. Pembedaan tarif tersebut rencananya mulai diterapkan pada 13-16
Juli.
Saat ini tarif penyeberangan di pelabuhan Gilimanuk seharga
Rp24.500 untuk sepeda motor 24.500 dan Rp148.000 untuk mobil.
“Tapi ini hanya untuk kendaraan R2 dan R4 pribadi saja. Untuk truk dan bus, serta angkutan umum lainnya berlaku tarif normal,” katanya.
Manager ASDP Pelabuhan Ketapang, Saharudin Koto mengatakan, untuk mengangkut penyeberang mudik lebaran, pihaknya mengoperasikan 35 kapal penyeberang.
Dermaga yang dioperasikan sebanyak enam dermaga, yakni satu dermaga ponton, dua demaga mobile bradge dan tiga dermaka alam (LCM). (rhm)

