Pemkot Jogja Siapkan Pendampingan dan Daycare Pengganti Usai Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare

Pemerintah Kota Yogyakarta bersama KPAI dan dinas terkait membentuk tim pendampingan khusus korban kekerasan Daycare di Surosutan Umbulharjo

27 April 2026, 04:49 WIB

Yogyakarta – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menerima audiensi orang tua anak korban dugaan kekerasan di daycare Little Aresha, Umbulharjo, pada Minggu (26/4/2026) sore.

Dalam pertemuan tersebut, Hasto menyampaikan keprihatinan mendalam atas kesaksian para orang tua dan menegaskan, tindakan yang dialami anak-anak sangat melukai sisi kemanusiaan.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama KPAI dan dinas terkait membentuk tim pendampingan khusus.

Tim ini melibatkan psikolog anak, ahli tumbuh kembang, ahli gizi, serta konsultan parenting.

Selain itu, layanan psikolog klinis di 18 Puskesmas juga disiapkan untuk mendampingi orang tua yang mengalami trauma.

Hasto menekankan pentingnya solusi darurat bagi orang tua yang bekerja. Pemkot akan segera mengidentifikasi daycare lain yang aman dan terverifikasi sebagai tempat penitipan sementara.

“Ini hal yang urgent dan emergency. Pemerintah daerah harus hadir memberikan solusi,” ujarnya.

Terkait izin operasional, Pemkot Yogyakarta menginstruksikan seluruh lurah untuk melakukan penyisiran terhadap daycare di wilayah kota dalam dua hari ke depan.

Daycare yang tidak berizin atau melanggar standar transparansi akan ditutup.

“Kalau tidak berizin, pasti ditutup. Apalagi jika orang tua tidak boleh masuk ke area pengasuhan, itu tanda-tanda tidak sehat,” tegas Hasto.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Yogyakarta, Budi Santoso, menambahkan, Little Aresha tidak pernah terdaftar resmi. Dari 37 daycare di Yogyakarta, baru 18 yang telah diperiksa dan memiliki izin.

“Lembaga ini tidak pernah mengajukan izin. Ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan masing-masing,” kata Budi.***

Berita Lainnya

Terkini