![]() |
| istimewa |
Kabarnusa.com – Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-37 hingga mencapai Rp6 Miliar lebih.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Berata menjelaskan, biaya sebesar itu naik dibanding dengan tahun sebelumnya.
“Kenaikannya tidak banyak, bahkan tidak sampai 10 persen. Saya lupa angka persisnya biaya PKB tahun lalu, yang jelas naiknya tidak banyak karena ada upaya efisiensi anggaran setelah dilakukan berbagai kajian dan evaluasi,” ujarnya di Denpasar, Selasa (9/6/2015).
Sebanyak Rp 2,5 miliar dibagikan ke 9 kabupaten dan kota di Bali secara merata sesuai dengan kebutuhan dalam rangka partisipasinya di PKB nanti.
Juga, Rp 2 miliar dibagikan kepada sekitar 250 sanggar atau sekehe yang memang sudah dipersiapkan sejak awal. Masing-masing sanggar memang tidak merata yakni antara Rp 15 sampai RP 20 juta sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Diakui Pastika, tidak semua sanggar dapat secara merata karena kondisi di berbagai sanggar berbeda-beda demikian juga anggota sanggar atau sekehe juga berbeda.
“Masing-masing Minimal dapat Rp 15 juta, maksimal Rp 20 juta,” sebut Pastika.
Selain anggaran Pemprov Bali, seluruh kabupaten dan kota di Bali juga sudah memiliki pos anggaran tersendiri untuk mendukung kontingennya masing-masing yang akan tampil.
“Kalau dijumlah secara keseluruhan mulai dari provinsi sampai kabupaten bisa mencapai Rp antara Rp 20 sampai Rp 30 miliar,” sambungnya.
Kata dia, ajang PKB adalah pestanya rakyat Bali dalam bidang seni budaya. Rakyatlah sesungguhnya yang berpesta dalam bidang seni budaya.
“Pemerintah berkewajiban menyiapkan segala sesuatunya, memberikan ruang, memfasilitasi, membiayai. Kalau bukan untuk rakyat, mau untuk siapa lagi pemerintah mengabdi. Disinilh feedbacknya, bukan dalam bentuk uang,” tegasnya.
PKB kali ini diikuti 26 provinsi di Indonesia selain Bali. Selain itu diikuti juga oleh peserta dari 5 negara yakni Amerika, India, Jepang, Australia, dan Timor Leste. Bahkan dua negara ikut juga sebagai peserta pawai yakni Timor Leste dan India.
Sementara dari 26 provinsi di Indonesia hanya 6 provinsi yang ikut pawai pembukaan di Renon Denpasar.
Format pawai berbeda karena mengusung konsep jika pawai dan PKB itu untuk masyarakat. Pawai dimulai dari depan Kantor Gubernur Bali menuju depan Monumen Bajrasandi Renon Denpasar.
Presiden Joko Widodo dijadwalkan menyaksikan performance masing-masing peserta saat lewat di depan panggung utama Bajra Sanda. (kto)

