Pengacara Labora Sitorus Ngaku Diintimidasi

7 Maret 2016, 08:50 WIB
image 20
Pengacara Labora Sitorus (foto:kabarpapua)

Kabarnusa.com – Kuasa hukum Labora Sitorus (LS), Nur Hadi mengaku terintimidasi dan diperlakukan secara tak baik oleh pihak kepolisian selama diperiksa paska gagalnya eksekusi terhadap kliennya di kediaman di Tampa Garam, Kota Sorong-Papua Barat.

Polisi menggiring Nur Hadi bersama 22 orang karyawan karena dinilai menghalang-halangi proses eksekusi.

Kata Nur, mMasih ada 3 orang yang diperiksa di Polres Sorong. Dirinya sudah berada di luar dan akan menuju ke Jakarta.

“Urusan LS akan diurus di Jakarta, sebab jika saya bertahan di Sorong tak akan bisa bersuara,” kata Nur Hadi yang dihubungi melalui telepon selularnya, Minggu 6 Maret 2016.

Dia mengaku mendapat ancaman dan intimidasi dari oknum yang tak bertanggung jawab. Namun hal itu, dinilai resiko profesi.

“Seharusnya saya tak diperlakukan seperti ini. Kami bertindak berdasarkan UU dan atas nama hukum membela dan mewujudkan keadilan. Semua masih akan saya bicarakan kembali dengan tim, setibanya di Jakarta,” urai Nur dikutip kabarpapua.co 


Hanya saja, dia enggan menyebutkan secara detil, bentuk ancaman yang dialaminya.

Terkait hal itu, pihaknya sebenarnya telah meminta perlindungan hukum namun tak ada respon dari aparat kepisian.

Disinggung kondisi keluarga Labora, kata dia, istri dan anaknya dalam keadaan aman dan terakhir saat bertemu mereka, kondisinya stabil. “Sama seperti biasanya,” ungkapnya.

Diketahui, sejak Maret 2015, Labora Sitorus dijebloskan ke Lapas Kelas II B Sorong, namun hanya seminggu bertahan dalam penjara, Labora  dirujuk ke RS Pertamian Sorong, dengan alasan untuk perawatan.

Setelah di RS Pertamina, Labora kabur dan kembali ke rumahnya di Tampa Garam serta melakukan aktifitas seperti biasa. Bahkan pada Desember 2015 lalu, Labora sempat menikahkan putranya. (ari)

Artikel Lainnya

Terkini