![]() |
| ilustrasi |
Kabarnusa.com – Diduga karena mengalami tekanan batin karena hubungan kedua orang tuanya kurang harmonis, N Pt ARC siswi sebuah SMK di Tabanan Bali, nekat gantung diri.
Korban ditemukan meninggal dunia tergantung di teralis tangga rumah di seputaran Jalan Teratai, Desa Dauh Peken Kecamatan Tabanan, pada Minggu (24/5/2015) sekira jam 19.30 Wita.
Informasi di lapangan,, sebelum kejadian korban dan saksi Rikarni (Ibu tiri korban ) datang berboncengan naik sepeda motor menuju rumah di Tabanan ( TKP) dari rumahnya di Penebel, Minggu (24/5/2015) sekira jam 15.00 wita.
Korban dan saksi berpisah di simpang Dukuh, karena saksi akan naik bus menjemput adik korban yang tengah liburan di Desa Yeh Bakung, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan.
Sementara korban korban menggunakan motor menuju ke rumah ( TKP ) untuk bersih-bersih rumah.
Sebelum berpisah, korban berpesan kepada saksi saat balik dari Yeh Bakung agar menelponnya agar korban bisa menjemputnya di simpang Dukuh.
Namun, saat saksi turun dari bus di simpang Dukuh sekitar jam 19.00 dan menelpon korban ternyata tidak ada jawaban, sehingga saksi bersama adik korban pulang ke rumah ( TKP ) berjalan kaki.
Betapa terkejutnya saksi, karena begitu masuk ke rumah melihat korban sudah tergantung di terali tangga rumah. Korban tergantung dengan leher terlilit tali rafia warna hitam dan merah.
Selanjutnya saksi berteriak dan meminta tolong pada tetangga untuk menurunkan korban. Lanjut membawa korban ke rumah sakit.
Kapolres Tabanan AKBP Komang Suartana mengungkapkan, hasil olah TKP menemukan surat tulisan tangan korban.
Isinya memohon orang tuanya mengiklaskan kepergianya dan mohon maaf telah mengecewakan orang tuanya. Korban juga meminta maaf dan berpesan kepada tiga orang temannya di sekolah.
Menurut Kapolres Suartana, berdasarkan hasil pemeriksaan pihak kepolisian dan tim medis dari RSU Tabanan, tidak ditemukan luka-luka akibat penganiayaan pada tubuh korban.
Sementara pada leher terdapat bekas jeratan. “Kesimpulan sementara, korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri,” katanya singkat. (gus)

