Selama Natal dan Tahun Baru, Konsumsi BBM Jatimbalinus Turun Lima Persen

14 Januari 2021, 06:51 WIB

Tim Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pertamina yang
aktif sejak 7 Desember 2020 sampai dengan tanggal 10 Januari 2021,
mencatatkan penurunan yang hampir merata di seluruh provinsi/ist .

Surabaya – Konsumsi produk BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite,
Pertamax dan Pertamax Turbo) selama periode Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di
empat wilayah layanan Pertamina Marketing Region Jatimbalinus (Jawa Timur,
Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur) mengalami penurunan sebesar
5 persen.

Tim Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pertamina yang aktif
sejak 7 Desember 2020 sampai dengan tanggal 10 Januari 2021, mencatatkan
penurunan yang hampir merata di seluruh provinsi tersebut.

Executive General Manager (EGM) Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, C.D.
Sasongko menyatakan, penurunan sebesar 5 persen, rata-rata konsumsi harian
pada masa normal (Januari – November 2020) sebanyak 16.900 Kilo Liter (KL) per
hari turun menjadi 16.100 KL per hari.

Jika dibandingkan data konsumsi masa Satgas Nataru Pertamina sebelumnya (Tahun
2019/2020), BBM jenis Gasoline juga turun lebih jauh lagi sebesar 15 persen,”
tambah Sasongko dalam keterangan resminya, Rabu (13/1/2021).

Untuk produk BBM jenis Gasoil (BioSolar, Dexlite dan Pertamina Dex) hasil
catatan Tim Satgas juga turun 11 persen, dari rata-rata konsumsi harian normal
7.500 KL perhari menjadi 6.600 KL per hari.

Jika dibandingkan dengan data periode yang sama tahun lalu rerata konsumsi
harian ini turun sebesar 17 persen.

Hal itu menunjukkan sebagian besar masyarakat sudah banyak yang memilih untuk
mematuhi protokol kesehatan dan melakukan tindakan preventif pencegahan
penyebaran COVID-19, dengan tidak melakukan perjalanan mudik atau berpergian
untuk rekreasi selama Natal dan Tahun Baru.

Berlainan catatan konsumsi produk BBM Gasoline dan Gasoil, konsumsi bahan
bakar pesawat udara, Avtur mengalami peningkatan, sebesar 13 persen dibanding
rata-rata harian normal, dari 910 KL per hari menjadi 1.030 KL per hari.

Demikian halnya Liquified Petroleum Gas (LPG) di wilayah Jatimbalinus, rerata
konsumsi harian LPG bertambah sebesar 8 persen, dari rerata harian normal
sebanyak 5.300 Metrik Ton (MT) per hari, menjadi 5.700 MT per harinya.

Meskipun penyaluran tercatat naik, namun stok Avtur dan LPG Pertamina hingga
saat ini mencukupi dan tersedia bagi masyarakat.

Selama masa Satgas, Pertamina Marketing Region Jatimbalinus telah menyiagakan
layanan BBM di titik potensi jalur mudik dan juga daerah wisata. 1.386 Stasiun
Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh wilayah Jatimbalinus.

Tambahan sarana pelayanan 4 titik Kiosk Pertamax dan Pertamina Dex kemasan, 4
titik Kiosk Modular di Rest Area yang tidak terdapat SPBU, 62 titik Pertamina
Delivery Service (PDS) yang disebar di seluruh wilayah dan exit tol, serta 16
SPBU kantong telah mengawal penyaluran BBM selama Natal dan Tahun Baru.

Dengan kesigapan pelayanan kebutuhan LPG di wilayah Jatimbalinus, sebanyak 501
titik agen dan 5.079 titik pangkalan LPG 3 Kg, yang tetap buka dan melayani
masyarakat di hari libur.

Dan juga 100 agen dan 1.178 pangkalan LPG BrightGas yang telah melayani
kebutuhan energi masyarakat selama Natal dan Tahun Baru 2021.

Kata Sasongko, sejak dimulai 7 Desember 2020, tim Satgas telah melayani
kebutuhan energi bagi masyarakat dengan tetap mengedepankan penerapan protokol
kesehatan dalam semua layanan baik BBM maupun LPG, termasuk membagikan 250
ribu masker bagi pelanggan di sejumlah SPBU wilayah Jatimbalinus sepanjang
masa Satgas berlangsung. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini