Gantikan Ical, Mangku Pastika Dijagokan Pimpin Golkar

14 Februari 2016, 15:16 WIB

Kabarnusa.com – Nama Gubernur Bali Made Mangku Pastika tiba-tiba menjadi pembicaraan kader setelah disebut-sebut sebagai tokoh yang layak menggantikan Aburizal Bakrie untuk memimpin Partai Golkar lima tahun mendatang.

Kehadiran Mangku Pastika yang menjadi Ketua Dewan Pembina DPD Partai Demokrat Bali, menjadi pusat perhatian ratusan kader beringin, yang tengah menghelat pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Bali 2016-2021 dan rapat kerja daerah I.

Apalagi, Ketua DPD Golkar Bali Ketut Sudikerta meminta Pastika memberikan arahan dalam rakerda yang dihadiri Ical, sapaan Aburizal, dan Sekjen DPP Golkar Idrus Marham di Fave Hotel Denpasar, Minggu (14/2/2016).

Pastika beberapa kali mendapat applaus, saat memberi sambutan dengan joke-joke segar yang dilontarkan di atas panggung.

“Partai Golkar telah mampu melewati ujian berat,  di tengah ujian itu, saya melihat, kaderisasi tetap berjalan, Golkar akan naik kelas, kalau ujiannya berat, akan naik kelas berat juga,” tuturnya.

Pastika sempat menyampaikan dukungan dan doanya, kepada Idrus yang maju dalam pencalonan Ketua Umum di Munaslub Golkar.

“Karena yang hadir ada caketum, saya doakan semoga sukses,” ucap Pastika.

Perhatian kader sontak terkejut, ketika Ical yang hampir menyelesaikan arahan dan pidato politiknya diinterupsi Cokorda Pemecutan yang tokoh sepuh Golkar dari Puri Pemecutan.

Cok Pemecutan, langsung menyampaikan dukungan, agar Mangku Pastika bisa ikut bertarung dalam perebutan Ketum Golkar.

Mendengar hal itu, secara diplomatis, Ical menyampaikan, bahwa partainya cukup demokratis. Dia, mempersilakan kader atau siapa saja, yang ingin memimpin Golkar asal memenuhi persyaratan.

Sementara, Pastika sendiri, menanggapi usulan yang menjagokan dirinya, agar mau menggantikan kursi yang diduduki Ical, hanya mengumbar tawa.

“Ya, terima kasih,” singkatnya sembari tertawa.

Saat diminta kembali ketegasannya, bahwa ada aspirasi di bawah yang menginginknanya bisa memimpin Golkar mendatang, mantan Kapolda Bali itupun menolak secara halus.

“Ya gak lah, banyak kader Partai Golkar yang lebih mumpuni, telah ngabdi dengan intens dalam membesarkan Partai Golkar, saya kira masih banyak yang lain,” tepisnya. (rhm)

Berita Lainnya

Terkini