Kabarnusa.com – Masyarakat dari berbagai lapisan menuangkan segala ungkapan , emosi dan pernyataan di atas kain putih sebagai bentuk kepedulian atas kematian Angeline Margriet (8) yang dibunuh sacara sadis di rumahnya Jalan Sedap Malam 26 Denpasar.
Mereka menumpahkan suara jeritan hati mereka sebagai bentuk keprihatinan dan doa atas kematian Angeline (8) di atas kain putih yang dibentangkan di sekitar Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.
Ratusan massa secara bergantian menorehkan tulisan spidol lengkap dengam nama dan tanda tangan di atas kain putih yang terbentang di dekat Monumen Perjuangan Rakyat Bali dalam kawasan Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (28/6/2015).
Aksi digalang Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Korban Kekerasan (JPAKK) mendapat simpati masyarakat mulai anak-anak hingga orang tua.
Tak sedikit, mereka menunjukkan kepedulian, lewat tulisan bernada kecaman, kamarahan, doa dan harapan agar kasusnya bisa terungkap tuntas.
Beberapa isi luapan emosi dan suara masyarakat atas duka Angeline ditunjukkan dalam kata-kata seperti ini.
“RIP Angeline, masyarakat harus lebih peka, we love Angeline (Ayu Krisna), Semoga mendapat tempat terindah Angeline, semoga kasus ini cepat terungkap dan masyarakat lebih peduli dengan sekitarnya (Desak Andi).
“Beristirahat dengan dengan Tenang Angeline (Wayan Rasmini), Ada apa dengan polisi kok susah seklai menyeret Margriet dan anak-anaknya kenapa cuma Agus yang dijadikan tersangka, Ada ada bayaran tinggi buat oknum penyidik (Nyoman Kedeo).
Ungkapan kekecewaan mereka ditunjukkan karena sampai saat ini, polisi belum bisa mengungkap kasus pembunuhan Angeline secara tuntas.
“Kami berharap polisi mengungkap dalang pembunuhan dan mereka yang terlibat harus dihukum berat,” tegas Kedeo warga asa Sanur, Denpasar Selatan.
Masyarakat juga diberikan kesempatan bicara secara terbuka terkait kasus Angeline di atas podium yang berada tak jauh dari lokasi.
Sebuah spanduk berbunyi memperingati 40 hari meninggalnya Engline biarkan engeline dengan tenang, doa untuk engeline, turut menghiasai aksi keprihatinan tersebut. (rhm).

