KKP Lakukan Revitalisasi Tambak Tradisional di Aceh Tamiang

26 Desember 2021, 06:33 WIB

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan () melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya () menargetkan produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton di tahun 2024. Guna mengejar target tersebut, tengah gencar melakukan program-program unggulan untuk mendongkrak produksi udang.

Salah satu program yang terus dijalankan adalah melakukan revitalisasi tambak tradisional di daerah-daerah potensial, seperti di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, , saat melakukan peresmian klaster tambak udang vaname berkelanjutan yang ditandai dengan penebaran 2 juta ekor benur udang, termasuk penanaman bakau secara simbolis di lokasi percontohan klaster tambak udang vaname di Aceh Tamiang (22/12/2021).

Menurutnya, tahun 2021 ini KKP menggandeng Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam merevitalisasi tambak udang tradisional. Kesepakatan dijalin melalui untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perikanan budidaya yang berkelanjutan, khususnya lahan pertambakan udang yang dapat dilakukan revitalisasi menjadi klaster tambak udang yang berkelanjutan.

KKP Kembangkan Budidaya Perikanan Berbasis Kearifan Lokal

“Pembangunan kawasan budidaya berkelanjutan akan dioptimalkan pada kawasan- kawasan yang memiliki potensi tinggi serta memiliki dukungan, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah. Karena dengan adanya dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong sistem dan usaha perikanan budidaya yang berbasis komoditas unggulan,” ujar Tebe.

Menurut Tebe, KKP meyakini bahwa intensifikasi penggunaan teknologi intensif dapat melesatkan produktivitas tambak udang yang ada di berbagai daerah. Dia mengungkapkan kepuasan atas pembangunan Klaster Tambak Udang Vaname Berkelanjutan yang dibangun di Aceh Tamiang.

Mengingat dengan jumlah 11 petak, luas tambak produksi 2,6 hektare, padat tebar 80 ekor per m3 serta target produksi sekitar 27 ton per siklus, adalah capaian yang luar biasa. Untuk itu, klaster ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekaligus dicontoh daerah lain.

Lakukan Aksi Solidaritas, KKP Bagikan Ikan Kaleng dan Kebutuhan Harian

Lebih jauh Tebe menjelaskan, Capaian yang ada ini adalah buah dari kerja sama antara KKP dengan Pemkab Aceh Tamiang. Diharapkan hasil panen udang vaname mampu mendongkrak pendapatan pembudidaya udang setempat, menjadi pemantik multiplier effect bangkitnya ekonomi masyarakat sekitar.

“Ke depan, harapan saya, Pemkab Aceh Tamiang terus memanfaatkan sumber anggaran lain untuk mendongkrak pendapatan para pelaku budidaya. Salah satu yang direkomendasikannya berupa Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (). Sehingga subsektor perikanan budidaya menjadi penggerak ekonomi daerah bisa terwujud,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, menambahkan kalau Balai yang dipimpinnya siap melakukan pembinaan secara berkelanjutan kepada pembudidaya yang membutuhkan di seluruh Aceh, agar peningkatan produksi perikanan budidaya dapat terealisasi dengan baik, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir Aceh.

KKP Lakukan Pulbaket Pemanfaatan Ruang Laut di Kepulauan Riau

“Kami akan selalu hadir ditengah-tengah pembudidaya. Dan sebagai UPT yang diberi mandat untuk memproduksi udang, BPBAP Ujung Batee telah mendistribusikan dukungan benih dengan sasaran pembudidaya kecil dan juga untuk pengembangan Klaster Tambak Udang Vaname Berkelanjutan,” ujar Tahang.

Sedangkan Bupati Aceh Tamiang, , memuji atas program yang dilakukan KKP. Menurutnya program ini sangat baik, dan dirinya optimis hasilnya akan maksimal.

“Saya sangat mengapresiasi bantuan KKP dalam pengembangan klaster tambak udang ini. Dan saya merasa terharu yang luar biasa. Tidak ada kata lain selain bersyukur dan berterima kasih kepada KKP yang telah mengalokasikan anggaran klaster pengembangan udang vaname di Aceh Tamiang. KKP sangat luar biasa,” tutupnya. ***

Artikel Lainnya

Terkini