Klungkung Terus Genjot Infrastruktur untuk Pengembangan Destinasi Wisata

5 Desember 2020, 06:22 WIB

Semarapura – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta serius menangani
menggenjot infrastruktur untuk pengembangan destinasi seperti dilakukan di
Desa Pejukutan, Kecamatan Penida.

Dia menugaskan perbekel ditugaskan untuk memastikan asset menuju destinasi
wisata itu agar nantinya bisa ditangani oleh pemerintah daerah untuk
pengembangan destinasi.

Infrastruktur berupa badan jalan lingkar di Tajung Juntil sepanjang kurang
lebih 1 kilometer kiranya perlu mendapat penanganan. Dari lokasi yang
bersebelahan dengan objek wisata pantai Atuh itu bisa dilihat pulau padasan
dengan struktur karang yang menjorok kelaut.

Dinas Pariwisata juga diminta memasukkan destinasi ini menjadi satu kesatuan
dengan pantai Atuh untuk ditata.

“Masalah tanah, saya tugaskan Perbekel untuk memastikan asset sehingga
nantinya bisa ditangani oleh pemerintah kabupaten,” ucap Suwirta saat
melakukan bedah rumah, Jumat 4 Desember 2020.

Infrastruktur lainnya yakni berupa badan jalan Sebela atau jalan menuju pantai
Isabela di Dusun Karang sepanjang 3 kilometer, lebar 3 meter dengan status
asset milik daerah ini diupayakan dilakukan penanganan secepatnya dengan dana
PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).

Selain itu, bidang pendidikan, Bupati bersama dinas terkait meninjau beberapa
sekolah di Desa Pejukutan. Terkait sarana prasarana yang belum lengkap, Bupati
meminta kepala sekolah agar menginventarisir dan membuat proposal keperluan
sekolah masing-masing.

Bupati asal Ceningan ini juga mengunjungi beberapa lansia sakit dan Orang
Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Bupati Suwirta menugaskan Dinas Kesehatan agar
melakukan penanganan dan tindakan lapangan melalui program Dorkesmas.

Bidang usaha, sejumlah anak muda Desa Pejukutan yang sedang mengikuti
pelatihan sablon kaos juga mendapat perhatian Bupati Suwirta. Pihaknya memberi
motivasi agar setelah pelatihan ada tindaklanjut hasil sehingga kedepan bisa
dikembangkan.

Soal kemiskinan, Suwirta mengatakan secara kuantitas kemiskinan di Desa
Pejukutan tidak begitu banyak. Namun, perangkat desa tetap diminta lebih aktif
mendata warga.

Dengan keluarnya Permendes Nomor 13 tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan
Dana Desa dan perubahan rancangan Peraturan Bupati Klungkung, desa melalui
dana desa atau dana alokasi desa bisa menangani kemiskinan secara mandiri di
desa, termasuk dalam penanganan sampah.

Perbekel Desa Pejukutan, I Made Arya mengatakan luas wilayah Desa Pejukutan
1.048,69 hektar dengan jumlah penduduk sebanyak 3.435 jiwa yang tersebar di
lima dusun, yakni Dusun Karang, Ampel, Pejukutan, Pendem dan Dusun Pelilit.

Pihaknya berharap dengan program bedah rumah ini, tentunya potensi desa bisa
dikembangkan (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini