Kabarnusa.com – Badan Pusat Statistik Provinsi Bali kini tengah mematangkan persiapan untuk pelaksanaan program sensus ekonomi nasional yang akan menyasar para pelaku usaha termasuk nantinya dokter pengacara hingga notaris.
Kepala BPS Bali Adi Nugroho mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melengkapi kebutuhan dalam menyukseskan sensus nasional yang akan berlangsung selama 1-31 Mei tahun ini.
“Persiapan sudah kami lakukan, sekarang sedang melengkapi kebutuhan petugas di 9 kabupaten dan kota di Bali,” jelas Adi saat jumpa pers awal bulan di kantornya Senin (1/2/2016).
Disebutkan, untuk mendukung pelaksanaan sensus ekonomi, pihaknya melibatkan sekira 6179 petugas. Hanya saja, karena keterbatasan pegawai organik di BPS, sehingga dilakukan reruitmen tenaga dari masyarakat yang akan diterjunkan ke lapangan.
“Kami mengundang masyarakat yang bersedia, membantu kami untuk melaksanakan tugas sensus. Mereka nantinya diberikan pembekalan agar memiliki kecakapan alam melakukan pengumpulan data,” sambung alumnus Statistik Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.
Dalma pelatihan itu, para petugas sensus, akan dibekali dengan buku pedoman dalam rujukan pengumpulan data serta metodologi statistik.
Untuk menyuskseskan program sensus nasional itu, pihaknya terus emnsosialisasikan kepada masyarakat luas lewat pemasangan gambar baliho di beberapa titik strartegis.
Selain itu, juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi pengusaha untuk meminta bantuan mereka dalam menyentuh para pelaku usaha.
“Harapan kami, agar mereka nantinya tidak terkejut atau menghindar ketika petugas sensus datang melakukan pendataan,” imbuh dia.
Ditegaskan, sensus diperlukan karena akan diperlukan bagi pemerintah dalam menyiapkan data-data ekonomi dalam menghadapi perekonomian global yang semakin terbuka.
Karenanya, masyarakat utamanya pelaku ekonomi, jangan sampai menghindar. Mereka diminta memberikan data-data yang sebenarnya,
Adi menambahkan, untuk memeuhi kebutuhan selama proses sensus ekonomi itu, setiap daerah digelontorkan dana hingga Rp10 miliar lebih. Dana sebesar itu, diperuntukkan untuk honor petugas hingga pengadaan material pendataan lainnya.
Secara khusus, Adi juga menginformasikan agar, ada tiga profesi baru yang akan disasar yakni dokter, pengacara dan notaris.
“Semua pelaku usaha mulai usaha mikro kecil smapai multi nasional akan menjadi sasaran sensus ekonomi,” imbuhnya.
Diakuinya, belajar dari pengalaman sebelumnya, biasanya para pelaku usaha ini merasa terkejut bahkan ada yang menghindar saat petugas sensus datang.
Karenanya, dia tegaskan bahwa ketentuan dan konsep pendataan itu, akan melibatkan masyarakat sehingga menjadi bagian kegiatan ekonomi yang menyasar para pelaku usaha. (rhm)

