Kabarnusa.com-Ironis
dan miris. Itulah kehidupan yang dijalani oleh Herman (31), warga Banjar Kelapa
Balian, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali.
Warga miskin yang
memiliki tiga orang anak ini sejak lama menderita TBC akut . Pria yang tinggal
di rumah sangat sederhana peninggalan kakeknya ini, sebelum terkena penyakit
bekerja sebagai nelayan.
Namun lima tahun
lalu dia tiba-tiba batuk-batuk dan tidak kunjung reda dan setelah diperiksakan
ke dokter, ternyata divonis menderita TBC akut. Meskipun telah menghidap
penyakit berat, dia tetap melaut lantaran kondisi ekonomi yang serba kekurangan
mengharuskan dia bekerja terus.
“Mungkin
karena memaksa kerja, pernah suatu hari suami saya drop. Sejak itu suami saya
lumpuh dan tidak bisa bangun lagi,” ujar Rosida (30) istri dari Herman saat ditemui
Jumat (19/6/2015)
Menurut Rosida,
selain batuk-batuk, suaminya juga kerap muntah darah. Namun dia masih beruntung
sejak setahun lalu, suaminya ternyata bisa jalan lagi.
“Suami saya berobat
secara rutin. Tapi tubuhnya semakin hari semakin kurus. Bahkan sejak beberapa
bulan lalu, tulang punggungnya menonjol sehingga susah tidur,” imbuh Rosida
lirih.
Sejak sakit, Herman
sudah tidak bisa lagi bekerja, demikian juga istrinya dulu pernah bekerja
sebagai buruh pencetak batu bata namun sekarang sudah tidak bisa karena anaknya
masih kecil-kecil.
Anak pertamanya baru duduk kelas 5 SD, yang kedua 5 tahun
dan yang ketiga baru 2 tahun. Sehingga dia fokus untuk mengurus anaknya.
Untuk biaya hidup sehari-hari, mereka dibantu oleh kerabatnya dan juga
tetangganya.
Demikian juga rumah sangat sederhana yang mereka tempati juga diberikan oleh
kakaknya.
Juga terkadang untuk membeli beras raskin yang mereka dapat
juga tidak mampu karena tidak memiliki uang.(dar)

