![]() |
| (H Muhammad Jusuf Kalla/net) |
Kabarnusa.com – Wakil Presiden RI H Muhammad Jusuf Kalla menyatakan Indonesia terlalu banyak memiliki politisi sehingga dibutuhkan lebih banyak lagi saintifik dan pengusaha dalam rangka membangun peradaban bangsa.
Hal itu disampaikan Kalla pada pembukaan Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29 di Kampar, Riau Minggu (22/11/2015).
Karenanya, Kalla meminta pada kader HMI, agar tetap menjadi kader yang militan serta membawa perubahahan pada tataran sosial.
Kalla mengingatkan, HMI jangan melulu, melahirkan para politisi saja. HMI juga harus bisa melahirkan para saintifik juga para pengusaha.
“Kita ini kebanyakan politisi ketimbang lainnya. Dalam rangka melahirkan kader yang bisa membangun peradaban maka dibutuhkan kader yang bisa menjadi apa saja,” kata Kalla yang juga alumni HMI ini dikutip Riau Online.
Menurutnya, kader untuk menjadi saintifik dan pengusaha sangatlah memainkan peran penting dalam rangka membangun peradaban bangsa.
Ia lantas membandingkan hal itu dengan negara-negara lain yang telah maju peradabannya.
Faktor yang menyebabkan ketertinggalan Indonesia dibanding dengan negara lainnya kata Kalla karena HMI sedikit melahirkan para ilmuan dan pengusaha.
“Kita ini kebanyakan politisi. Kalau di negara lain yang maju seperti Amerika, Jepang, Australia dan yang lainnya itu jumlah politisi, ilmuan dan pengusaha itu seimbang,” tandasnya.
Lantaran kebanyakan jumlah politisi sehingga mereka Sibuk untuk menjadi ketua tak ada yang mau jadi anggota.
Dalam kerangka itulah, Kalla mengharapkan, perkaderan HMI harus tetap lebih progresif ketimbang organisasi lain.
HMI harus tetap jauh lebih unggul dalam perkaderan. Anak-anak HMI harus bisa melahirkan kader yang bisa berkembang dimanapun dia diletakkan.
“HMI harus bisa menghidupkan masyarakat dimana mereka bertempat tinggal,” tutup Kalla. (ari)

