Kabarnusa – Gubernur Bali Made Mangku Pastika melantik enam kepala daerah baik bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota periode masa bakti 2016-2021 Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (17/2/2016).
Pelantikan enam pasangan terpilih ini, dilakukan sesuai keputusan menteri dalam negeri RI nomor 131.51 – 637 tahun 2016 s/d 131.51 – 767 tentang pengangkatan bupati/walikota di provinsi Bali, dan nomor: 131.51 – 638 tahun 2016 s/d 132.51 – 768 tentang pengangkatan wakil bupati/wakil walikota di provinsi Bali.
Para kepala kepala daerah yang dilantik sesuai SK yaitu: I Gusti Ayu Mas Sumantri, S.Sos., MAP dan I Wayan Artha Dipa, H., MH sebagai bupati dan wakil bupati Karangasem; I Putu Artha, SE., MM dan I Made Kembang Hartawan, SE., MM, sebagai bupati dan wakil bupati Jembrana; I Nyoman Giri Prasta, S.Sos dan Drs. I Ketut Suiasa, SH sebagai bupati dan wakil bupati Badung.
Selain itu, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si dan I Gusti Ngurah Jaya Negara sebagai Walikota dan Wakil Walikota Denpasar; I Made Gianyar, SH, MH dan Sang Nyoman Sedana Artha, SE sebagai Bupati dan wakil bupati Bangli; serta Ni Putu Eka Wiryastuti dan I Komang Gede Sanjaya, SE, MM sebagai bupati dan wakil bupati Tabanan.
Hadir pada acara pelantikan, Ketua DPRD Prov Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Ny. Ayu Pastika, Sekda Prov Bali, Cok Pemayun, Bupati se-Bali, Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan dan Kerjasam, Ditjen BAK, Dr. Drs. Rizari, MBA
Juga, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Ketua KPU dan Bawaslu Provinsi Bali dan kabupaten/kota se-Bali.
Dalam sambutannya, Pastika meminta agar para kepala daerah yang baru itu, mampu mensinergikan program-programnya dengan program pemerintah provinsi dan program pemerintah pusat.
Terlebih hal itu telah diamanatkan dengan jelas pada UU no 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
“Bupati dan wali kota yang baru dilantik, harus menyesuaikan juga dengan program-program di atasnya. Itu garisnya harus jelas sinergi antara program Bali Mandara dan program Nawacita,” tegas Pastika. (kto)

