Kabarnusa.com – Tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Rafelia 2 di selat Bali pada Jumat (4/3/2016) pukul 13.30 wita diduga akibat mengalami kebocoran pada lambung kapal, ternyata sudah bertanda sejak awal keberangkatannya.
Sejumlah warga yang tinggal di pelabuhan Gilimanuk mengatakan, sejak awal keberangkatannya dari dermaga LCM Gilimanuk menuju Ketapang pukul 13.00 wita, kapal yang baru dua bulan beroperasi di Selat Bali tersebut posisinya telah miring ke kiri sekitar 10 derajat.
Kapal miring diduga karena mengalami kebocoran pada bagian lambung kapal, sehingga saat bergerak air laut masuk ke dalam kapal.
Sebenarnya, saat itu cuaca di selat Bali sangat baik dan nyaris tidak ada gelombang, hanya saja arus agak deras.
“Tapi meskipun kapal telah miring sejak berangkat dari pelabuhan Gilimanuk, nahkoda kapal tetap melanjutkan pelayarannya,” ujar Lenju, salah seorang pedagang yang berjualan di dekat dermaga LCM Gilimanuk, Sabtu (5/3/2016).
Namun semakin jauh ke tengah laut, kapal yang memuat 18 unit truk tronton, 1 unit truk besar, 4 unit truk sedang, 4 pik-up dan 52 penumpang termasuk sopir dan kernet serta 14 ABK (berdasarkan Manifest) semakin miring ke kiri.
Bahkan pada posisi setengah perjalanan, tingkat kemiringan kapal tersebut telah mencapai 30 derajat lebih.
Hingga posisi kapal tersebut 250 meter dari pesisir pantai Bulusan, Ketapang, menurut otoritas pelabuhan Ketapang, Nahkoda kapal yakni Bambang Suryono Adi sempat menginformasikan masalah tersebut kepada Sentral Traffic Control (STC) Ketapang dan nahkoda kapal diperintahkan segera merapat ke pesisir terdekat.
Sayangnya usaha nahkoda kapal untuk menyelamatka kapal tersebut sia-sia. KMP Rafelia 2 akhirnya tenggelam sekitar 150 meter dekat dermaga LCM Ketapang, Banyuwangi.
Beruntung sejumlah nelayan dan tim SAR serta kapal lainnya sepat memberi pertolongan kepada penumpang kapal yang menceburkan diri, sehingga sebagian besar penumpang dan ABK bisa di selamatkan setelah menceburkan diri ke laut.
Manajer Oprasional ASDP Gilimanuk Sugeng Purnomo dikonfirmasi melalui telpon tadi pagi membenarkan KMP Rafelia tersebut baru sekitar empat bulan lalu tiba di selat Bali dan baru beroperasi melayani penyebrangan di selat Bali sekitar dua bulan lalu.
“Kapal itu milik PT Dharma Bahari Utama. Beroprasi baru sekitar dua bulan lalu, tapi kami tidak tahu jelas sebelumnya kapal itu beroprasi di mana,” ujarnya.
Sementara itu informasinya, tim KNKT dari Jakarta akan tiba pagi ini di pelabuhan Ketapang untuk melakukan penyelidikan penyebab kapal tersebut tenggelam.
Sementara tim SAR dengan dibantu Polilisi perairan dan TNI-AL serta nelayan masih melakukan pencarian terhadap beberapa penumpang dan kru kapal yang belum ditemukan.(dar)

