Permintaan Ners di Jepang hingga Jerman Meningkat, 126 Lulusan UMY Siap Go International

Ketua Program Studi Profesi Ners UMY, Kellyana Irawati, M.Kep., Ns., Sp.Kep.Jiwa, merinci bahwa dari total 126 lulusan pada Angkatan ke-33 ini, terdapat 20 orang laki-laki dan 106 orang perempuan.

21 Agustus 2026, 05:39 WIB

Yogyakarta -Di tengah melonjaknya kebutuhan tenaga kesehatan di panggung global, sebanyak 126 lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi mengucap sumpah profesi.

Gelaran Sumpah Profesi Ners ke-33 yang dihelat di Sportorium UMY, Kamis (20/8), ini menjadi momentum penting bagi para perawat muda untuk bersiap menembus pasar kerja internasional.

Wakil Rektor UMY Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan, Prof. Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D., mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu setahun terakhir, kampusnya terus menerima permintaan pasokan tenaga perawat dari berbagai negara tujuan penempatan utama dunia, seperti Jepang, Taiwan, Arab Saudi, hingga Jerman.

 

“Kalian punya kesempatan global, kesempatan yang luar biasa untuk bisa mengabdi tidak hanya di Indonesia, tetapi untuk semesta alam ini,” ujar Prof. Slamet di hadapan para lulusan dan tamu undangan.

Lonjakan permintaan luar negeri ini sejalan dengan tren pengiriman tenaga kerja kesehatan nasional pada tahun 2026. Pemerintah Indonesia tercatat telah memberangkatkan ratusan pekerja migran perawat dan careworker ke Jepang melalui skema Government to Government (G to G) IJ-EPA, serta membuka alokasi penempatan posisi perawat ke Jerman dalam program serupa.

Prof. Slamet menegaskan bahwa reputasi sebuah perguruan tinggi sangat ditentukan oleh daya serap dan kiprah alumninya di dunia kerja nyata. Ia berpesan agar para perawat baru ini mampu menjaga kompetensi, profesionalisme, serta nama baik almamater di mana pun mereka mengabdi, termasuk saat mendapat restu orang tua untuk berkarier di luar negeri.

“Ukuran keberhasilan UMY bukan semata-mata berapa banyak mahasiswa yang diluluskan, melainkan sejauh mana lulusan tersebut dipercaya oleh masyarakat, dibutuhkan oleh dunia kerja, mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta memberikan dampak nyata di tempat mereka,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Profesi Ners UMY, Kellyana Irawati, M.Kep., Ns., Sp.Kep.Jiwa, merinci dari total 126 lulusan pada Angkatan ke-33 ini, terdapat 20 orang laki-laki dan 106 orang perempuan.

Dengan penambahan tersebut, total alumni Ners Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY kini telah mencapai 2.272 orang.

Kualitas para lulusan ini juga diperkuat dengan catatan akademik yang gemilang. Seluruh peserta angkatan ke-33 berhasil lulus 100 persen dalam Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI) periode Juli 2026 dan ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) periode Juni 2026 dengan predikat cum laude.

Secara kelembagaan, Program Studi Profesi Ners dan S1 Keperawatan UMY telah mengantongi akreditasi Unggul dari LAM-PTKes serta akreditasi internasional dari ASIIN yang berlaku hingga 2030. Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi luar biasa ini, pihak universitas turut menyiapkan beasiswa studi lanjut Program Magister Keperawatan bagi lulusan terbaik angkatan tersebut.***

Berita Lainnya

Terkini