Rajo dan Lucy Penakluk Barrel Padang Padang, Cerita di Balik Juara Rip Curl Cup 2026

21 Agustus 2026, 13:48 WIB

Mangupura — Ada alasan mengapa para surfer rela menunggu berhari-hari untuk satu hari yang tepat di Padang Padang.

Ombak di spot legendaris Bali itu tidak selalu datang ketika dibutuhkan. Tetapi ketika Samudera Hindia mulai mengirimkan gelombang yang tepat, Padang Padang bisa berubah menjadi panggung yang nyaris sempurna—tempat para surfer terbaik dunia mempertaruhkan keberanian, teknik, dan naluri mereka di dalam barrel.

Kamis, 20 Agustus 2026, adalah salah satu hari seperti itu.

Setelah percobaan pertama pada 11 Agustus belum menghasilkan ukuran dan konsistensi ombak yang dibutuhkan untuk menggelar Main Event, Padang Padang akhirnya membuka pintunya.

Sebanyak 24 surfer undangan, terdiri atas 12 surfer terbaik Indonesia dan 12 surfer elite dunia, turun ke Semenanjung Bukit, Bali. Mereka datang untuk satu tujuan: menaklukkan barrel Padang Padang dan membawa pulang salah satu gelar paling bergengsi dalam surfing Indonesia.

Di akhir hari yang penuh tube riding itu, justru dua surfer berusia 16 tahun yang berdiri paling tinggi.

Rajo “Barrel” Saputra, surfer lokal dari Lakey Peak, menjuarai kategori putra. Sementara Lucy Darragh dari Australia menjadi ratu kategori putri.

Dua remaja. Satu hari. Dan Padang Padang yang sedang berada dalam bentuk terbaiknya.

Sejak babak awal, Saputra sudah memberi tanda bahwa dirinya datang bukan sekadar untuk menjadi pelengkap.

Pada Round 1, ia mencatatkan skor 8,17 dan 8,57. Performa itu terus meningkat ketika memasuki Round 2.

Salah satu pertarungan paling menarik terjadi ketika Saputra berhadapan dengan Dylan Wilcoxen. Keduanya sama-sama berhasil mendapatkan perfect 10. Sementara itu, first alternate Makana Pang mengamankan dua skor 9.

Pang kemudian memasuki final sebagai pemuncak leaderboard. Ia ditemani Saputra, juara bertahan Westen Hirst, dan Tosh Tudor.

Final putra pun berubah menjadi pertarungan empat surfer yang sama-sama lapar kemenangan.

Masing-masing berhasil mencetak skor 9. Ombak Padang Padang terus menyediakan barrel berkualitas, sementara para surfer berlomba membaca setiap peluang yang datang.

Saputra akhirnya menemukan jawabannya.

Ia kembali mencetak perfect 10. Itu merupakan nilai sempurna keduanya dalam kompetisi.

Belum selesai.

Ia menambahkan skor 9,73. Hampir sempurna.

Dengan kombinasi 19,73, Saputra akhirnya berada di posisi teratas, mengungguli sahabat masa kecilnya, Westen Hirst.

Begitu keluar dari lineup, emosinya pecah.

“Saya bahkan tidak bisa bicara sekarang, saya sangat bahagia,” ujar Saputra.

Kemenangan itu bukan sekadar soal gelar. Ada cerita keluarga yang ikut dibawanya ke Padang Padang.

Ayahnya pernah menjadi runner-up Rip Curl Cup pada 2006. Hampir dua dekade kemudian, sang anak akhirnya membawa pulang trofi yang dulu nyaris diraih ayahnya.

“Tadi malam saya bermimpi akan memenangkan kompetisi ini. Gila. Ayah saya pernah menjadi runner-up di kompetisi ini pada tahun 2006, jadi saya sangat senang bisa memenangkannya tahun ini dan membawanya pulang untuk beliau,” katanya.

Mimpi yang datang malam sebelumnya akhirnya menjadi kenyataan di dalam barrel Padang Padang.

Cerita serupa terjadi di kategori putri.

Darragh tampil dominan sejak awal. Ia membuka kompetisi dengan skor 8,13 dan nyaris sempurna dengan 9,93.

Namun, jalan menuju podium tidak mudah.

Padang Padang kembali memperlihatkan magisnya. Para surfer putri mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di salah satu barrel paling terkenal di dunia.

Ruby Berry dari Australia bahkan menciptakan salah satu momen paling spektakuler hari itu.

Ia menjadi satu-satunya surfer putri yang berhasil mendapatkan perfect 10, setelah masuk ke barrel panjang dan hollow dari bagian tengah ombak, lalu berhasil keluar di ujungnya.

Darragh akhirnya memasuki final sebagai pemuncak leaderboard. Tiga lawannya adalah juara bertahan Jasmine Studer, Ruby Berry, dan Vaihitimahana Inso dari Hawaii.

Berry langsung tampil agresif.

Dalam duel back-to-back, ia mampu mengungguli Darragh dengan skor 8,17 berbanding 7,50.

Tetapi final belum selesai.

Berry membutuhkan tambahan skor untuk memperlebar jarak. Sayangnya, kesempatan itu tidak datang.

Sebaliknya, Darragh menemukan satu gelombang yang dibutuhkannya.

Sebuah ride bernilai 9,00.

Dibaca dengan sempurna.

Dan cukup untuk memastikan gelar Rip Curl Cup 2026 menjadi miliknya.

“Ini kompetisi yang luar biasa. Saya sudah menontonnya selama bertahun-tahun, sejak masih grom. Saya benar-benar tidak percaya bisa memenangkannya,” kata Darragh.

Bagi surfer 16 tahun itu, ada satu pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan.

“Tidak ada perasaan yang lebih luar biasa daripada berdiri di dalam barrel besar di Padang. Saya sangat senang.”

Kemenangan Rajo dan Lucy menjadi penutup salah satu edisi Rip Curl Cup yang paling berkesan.

Lucy Darragh dan Rajo ‘Barrel’ Saputra, juara Rip Curl Cup 2026.

Kompetisi ini bukan sekadar perlombaan surfing biasa. Rip Curl Cup Padang Padang merupakan kompetisi invitational surfing terpanjang dan salah satu yang paling bergengsi di Indonesia.

Keunikannya justru terletak pada ketidakpastian.

Hanya 24 surfer yang diundang—12 surfer terbaik Indonesia dan 12 tuberider elite dunia. Mereka tidak sekadar menunggu aba-aba dimulainya pertandingan. Mereka menunggu alam memberikan izin.

Konsepnya sederhana: “It’s on when it’s on.”

Masa tunggu Rip Curl Cup 2026 berlangsung selama satu bulan penuh, 1–31 Agustus, bertepatan dengan puncak musim gelombang utama Indonesia.

Ketika kondisi Padang Padang dinilai ideal, lampu hijau diberikan. Para surfer kemudian memiliki waktu 24 jam untuk tiba di Bukit Peninsula, Bali.

Format tersebut dibuat untuk meningkatkan peluang menghadirkan satu hari dengan kondisi ombak spektakuler sekaligus penampilan terbaik para peserta.

Dan pada 20 Agustus, hari yang ditunggu itu akhirnya datang.

“Hari yang luar biasa. Kami sangat diberkati dan kondisi ombaknya benar-benar sempurna,” kata Harry Mann, Rip Curl Indonesia Marketing Manager sekaligus Event Director.

Menurut Harry, Rip Curl Cup memiliki sejarah yang sangat kaya dan energi luar biasa. Tahun ini, kata dia, cerita itu kembali terukir melalui penampilan Saputra dan Darragh.

“Performa yang luar biasa dari Rajo dan Lucy dan ini benar-benar menjadi salah satu edisi yang akan dikenang,” ujarnya.

Harry juga memberikan apresiasi kepada Swellnet selaku Official Event Forecaster yang dinilai berhasil memberikan prediksi tepat sehingga penyelenggara dapat menentukan waktu terbaik untuk menggelar kompetisi.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Official Event Forecaster Swellnet yang berhasil memberikan prediksi yang tepat dan membantu kami mendapatkan hari yang tak terlupakan di Padang Padang,” katanya.

Rip Curl Cup tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang Rip Curl sebagai salah satu merek surfing paling dikenal di dunia.

Merek ini lahir di kota pesisir Torquay, Australia, pada 1969, ketika Brian Singer dan Doug “Claw” Warbrick memulai perjalanan mereka.

Sejak awal, Rip Curl dibangun dari gagasan sederhana: pencarian tanpa akhir untuk menemukan ombak terbaik, disertai petualangan dan kebahagiaan.

Mereka menyebutnya “The Search.”

Semangat pencarian itulah yang kemudian menjadi identitas Rip Curl dan terus hidup dalam berbagai aktivitas perusahaan, mulai dari pengembangan produk, penyelenggaraan event, dukungan terhadap atlet, hingga komunikasi merek.

Rip Curl tetap mempertahankan identitas sebagai perusahaan yang dibangun oleh surfer dan untuk surfer, dengan visi menjadi The Ultimate Surfing Company.

Di Padang Padang, semangat itu menemukan tempatnya sendiri.

Rip Curl Cup menjadi salah satu dari sedikit kompetisi invitational di dunia yang mempertemukan tuberider kelas dunia dengan tuberider terbaik Indonesia.

Dan pada edisi ke-23 ini, panggung tersebut menjadi milik dua nama yang masih sangat muda: Rajo Saputra dan Lucy Darragh.

Dua surfer 16 tahun yang datang, menunggu, membaca ombak, lalu menemukan jalan mereka masing-masing menuju puncak.

Padang Padang telah kembali menunjukkan satu hal: dalam surfing, terkadang yang paling penting bukan kapan pertandingan dimulai, melainkan kapan alam berkata—sekarang waktunya.

Rip Curl Cup Padang Padang 2026 didukung Radisson Blu Resort & Villas Bali Uluwatu, Island Brewing, Dragon, Yukk Payment Gateway, BGS, Indo Amazon Açaí, YUMMY Dairy, dan Biznet.

Rangkaian acara akan dilanjutkan dengan Official Party pada Sabtu, 29 Agustus 2026, yang dipresentasikan oleh Ulu Cliffhouse.

Rip Curl Cup Padang Padang 2026 disiarkan secara langsung ke seluruh dunia melalui ripcurl.co.id. Penggemar juga dapat memantau status kontes secara real-time serta mendapatkan pembaruan video dari Bali melalui situs tersebut.***

Berita Lainnya

Terkini